.

.

.

Sangat jauh berbeda
Panglima katakn ada institusi dluar militer
yg akn mmasukkn 5000 senjata illegal
Wiranto: 500 senjata bkn ilegal tapi buatan Pindad tuk BIN
.
5000 dan 500 hanya sama 5-nya tetapi nol berbeda
.
Ribuan dan ratusan, tentu pengucapannya pun berbeda jauh
.
Setelah panglima keluarkan pernyataan
Menkopolhukam wiranto bertugas mencari cara
untuk meredam informasi yg sudah lebih dahulu keluar
.
Wiranto sudah mengetahui soal BG dari panglima

Cuma 5000 senjata ilegal itu bukan yang dimaksudkan untuk BIN tapi untuk kepolisian
.
Wiranto hanya memanfaatkan informasi dari panglima tentang peran BG
terkait akan masuknya 5000 senjata illegal
.
Selanjutnya oleh Wiranto, dengan memanfaatkan info dari panglima

Data 5000 itupun dibuat 500 untuk keperluan BIN
.
Intinya wiranto sdh paham info, ada peran BG dlm rencana masuknya 5000 senjata illegal

diubah tuk meredam itu 500 tuk BIN dan dr pindad

.

.

.

.

Secepatnya, untuk memastikan kebenaran Wiranto,
BG akan konpress dengan Pindad untuk jelaskan soal 500 senjata untuk BIN
.
Seolah-olah semua kini memojokkan panglima TNI, dengan menggiring info panglima berlebihan dan politis
.
Merusak Intergritas panglima TNI karena alasan infonya tidak valid dan terburu-buru

Tuduhan bahwa panglima blunder pun tercipta
.
Sementara faktanya panglima telah laporkan kepada Wiranto
pada pertemuan dengan para senior belum lama ini di mabes TNI lengkap
.
Bahwa data yg kami terima, panglima telah melaporkan bahwa ada peran BG untuk memasukkan senjata ilegal
untuk dipakai kepolisian
.
Alasan tuk dpakai kepolisian pun blm tentu benar

Alasan tsebut mmanfaatkan kebutuhan yg ada, faktanya kepolisian pun sdh pesan dari pindad
.
Memang benar, kepolisian membutuhkan 5000 senjata untuk melengkapi persenjataan yg sudah ada

Tetapi sebagian besar dipasok oleh pindad
.
Adanya informasi kebutuhan 5000 senjata inilah yang dimanfaatkan
untuk kebutuhan memasukkan 5000 secara ilegal mncatut nama presiden Jokowi
.
Informasi dari panglima diputarbalikkan fakta yang lain yang berbeda

Demi menyelamatkan BG
.
Laporan panglima lengkap mgarahkan bahwa ada peran jenderal
dari sbuah institusi yg mcatut nama presiden tuk mmasukkn 5000 senjata ilegal
.
Dengan tetap memakai pengetahuan adanya peran BG

Menkopolhukam katakan itu untuk keperluan BIN dan jumlahnya 500 dari pindad
.
Namun yang pasti, semuanya kini tak berimbang

Pernyataan panglima atas dasar informasi intelejen yang tidak mungkin meleset
.
Pernyataan panglima ada institusi diluar militer yang akan memasukkan 5000 senjata ilegal

Adalah benar
.
Keterlibatan peran BG dalam akan masuknya 5000 senjata ilegal tersebut memang benar adanya

Jenderal di BIN
.
Lalu informasi berkembang untuk memenuhi persenjataan kepolisian (brimob) adalah hal yang lain lagi

Berbeda karena itu rencana lama
.
Lalu untuk keperluan apa BG berencana akan memasukkan 5000 senjata ilegal tersebut?
.
Atau ada pihak di istana yg mgetahui peta rencana kbutuhan yg ada,
dan akhirnya mcatut nama BG serta Jokowi tuk masuknya 5000 senjata ilegal
.
Kembali lagi, kami katakan informasi panglima TNI adalah informasi benar dan sangat valid
terkait akan masuknya 5000 senjata ilegal
.
Tentang pernyataan Menkopolhukam bahwa itu bukan 5000 tapi 500
adalah semata meredam informasi yang sudah berkembang di masyarakat
.
Yang menjadi catatan adalah akan adanya 5000 senjata ilegal itu, untuk kebutuhan apa?

.

Mengapa panglima sangat kuatir akan kebangkitan PKI?

Dan meminta sluruh anggota dan masyarakat menonton bersama film G30SPKI
.
Karena panglima telah mengetahui

Dibalik rencana akan masuknya 5000 senjata ilegal ke NKRI
.
Sungguh mengkhawatirkan apabila 5000 senjata illegal tersebut akhirnya jatuh ke OTB (organ tanpa bentuk) yg sudah terlatih
.
Ditambah hal itu semua difasilitasi oleh para elite bangsa yang bersedia menjadi bagian pengkhianat negeri
.
“Biarpun dia seorang jenderal, akan saya buat merintih”
Tegas sang panglima memberi pesan demi menyelamatkan NKRI
.
Sang panglima paham, bahwa demi seluruh rakyat sadar dan bersikap mawas diri ini ternyata harus mempertaruhkan nama baik sang Panglima
.
Panglima TNI seolah paham, bahwa orang yang kini menjadi pemimpin negeri adalah pelindung para pengkhianat negeri
.
Seiring Info, waspadai akan adanya OTB (organ tanpa bentuk) dbalik masuknya 5000 senjata ilegal

Kami akan ungkap OTB trsebut kdepannya
.

.
Bacaan ini bagus, sbg informasi tentang perekrutan orang yang memiliki potensi dan bisa dmanfaatkan oleh intelijen
http://www.antaranews.com/…/penempatan-personel-bin-di-bumn…
.
Inilah ‘pemutarbalikkan fakta’ yg dilakukan PKI kpd pola pikir generasi muda di negeri ini

Jangan sekali-kali melupakan sejarah 1948 – 1965
https://twitter.com/Ronin1948/status/912206309486772224


.
Kalau tagar ini disebut sebagai sebuah tanda perjuangan menyuarakan kebenaran

Maka beritahu dunia, bahwa #KamiBersamaPanglima
.
Jangan pernah sekalipun ragukan pernyataan panglima

Tapi ragukan klarifikasi mereka yg berbeda-beda, antara Laras pendek dan Laras panjang
https://twitter.com/Ronin1948/status/912487338000883712
.
Mereka putarbalikkan informasi tentang pnyataan panglima

Tetapi kebenaran mcari jalannya sendiri, tnyata mereka sendiri bingung klarifikasi
.
Pindad katakan BIN pesan senjata jenis SS2 (senapan serbu Laras panjang versi ke-2)

Polisi katakan berbeda, BIN pesan senjata kaliber 9 mm
.
SS2 (senapan serbu) buatan Pindad, adalah senjata andalan militer

Laras panjang bukan Laras pendek seperti kata wiranto

Meredam kebenaran
https://twitter.com/Ronin1948/status/912489443222724609
.
Panglima mereka pojokan dengan sebutan Miss informasi

Fakta akhirnya, justru mereka yang saling berbeda informasi klarifikasi

Panik!!
.
#KamiBersamaPanglima untuk setiap pernyataan dan kebenaran yang disuarakannya

Hanya para pengkhianat negeri, yang panik menutupi
.
Benahi dulu soal kebenaran informasi, mana yg benar

Laras panjang atau Laras pendek? SS2 atau kaliber 9 mm

Jangan kelihatan bohong!
.
Benarkah ini senjata anti tank yang dipakai oleh kepolisian saat ini? (mau bertempur dengan siapa?)


https://twitter.com/Ronin1948/status/912581549329190917
.
https://twitter.com/Ronin1948

.

.

 

 

Iklan