.

.

.

by Zeng Wei Jian
.
Dalam rangka ‘ngeles’ dari serangan kritik terhadap karakter autisme, ahoker mengusung pluralisme sebagai dagangan politik. Buzzer autistik ahoker sanggup menipu segelintir muslim hingga mengira it is cool to support kafir macam Ahok.
.
Saya sebut ini psuedo pluralism. Fake multiculturalism. Ilogical paralogis. Cuma permainan marketing komunikasi (markom).

.

Pertama, menurut survei Saiful Mujani, prohok terdiri dari 95% nasrani dan 70% Tionghoa. Saya kira, di angle ini, survei Mujani mendekati kebenaran. Ada penurunan sesaat di persepsi orang-orang Tionghoa pasca Aksi Bela Islam 1-3. Sedetik, Tionghoa sanggup melihat (mulut) Ahok sumber malapetaka. Namun kepercayaan diri mereka naik kembali setelah dihasut bahwa TNI-Polri sanggup mengatasi situasi. Thus, dibaca: melindungi Ahok.

Dukungan komunitas Nasrani dan Tionghoa pekat nuansa rasialis. Ahok seorang cina kristen. Mereka rasis “in pure form” dan “in real sense“.
.

.
Kedua, soal “pemimpin kafir” sudah jelas dalam Al Quran. Tidak perlu ditafsir lagi. Sekali pun, perdebatannya dimasukan ke dalam ruang ijtihad, maka semua orang mesti menghargai pendapat yang mengharamkan pemimpin kafir.

Serangan terhadap tafsir kontra pemimpin

kafir merupakan salah satu contoh praktek fake pluralism (pluralisme palsu).

.

Faktanya, tidak pernah ada jaminan bahwa pemimpin kafir lebih baik dari muslim. Terlebih bila pemimpin kafir itu bernama si ahok yang suka menggusur, terseret lima kasus korupsi, beli lahan milik sendiri di Cengkareng, berkali-kali kalah di pengadilan, mendapat raport merah dari BPK dan demen mencaci-maki dengan bahasa kasar.

“Saya akan tempeleng anak saya bila ngomong seperti Ahok,” kata seorang teman.

.

Non Tionghoa dan non kristen tidak pernah jadi “cool” karena mendukung Ahok. Mereka sama sekali tidak jadi toleran, berpikir maju, open-minded, pergaulan global, modern dan trendi. Dengan pro penggusuran rakyat kecil, penista agama, dan tukang caci-maki seperti Ahok, justru mereka jadi tampak kuper, cupet, terisolasi, tinggal di gunung, dan menderita autisme akut.

Kita mengasihi anak-anak down syndrom dan autis. Namun ahoker austistik sebaiknya diberantas. Karena mereka jahat.

-THE END-

.

Iklan