.

.

2017-01-17_222931

.

Siapa yang menyuruh kita perang ?

.

.

Siapa yang menyuruh kita perang ?

Dan cap-cap kasar kita tempel sembarangan…

Mulai meme sampai film, News dan Event semua dicipta untuk perang baru…

Di sini kita melakukan perebutan sumber daya…

Dalam marxisme sumber saya itu adalah materi, kapital dan modal ekonomi lain ya..sejatinya perang..

.

Tapi dalam maka sumber saya itu adalah

Di sini terjadi perebutan makna atas benda dan peristiwa …

Dan yang menang adalah yang menguasai Difinisi dan yang menjabarkan

adalah wilayah makna baru..senjata pemusnah citra.

.

Berjenggot, berjubah, bergamis adalah tanda tidak toleran…

Meme, kartun dan karikatur dipenuhi simbol itu, di barat dan di tanah air.

Mengucap salam secara fasih, bertakbir, dan berbahasa Arab adalah tanda intoleran…

Lalu, ah sebaliknya banyak sekali…orang2 jakarta ini seolah punya semua toleransi…

.

Trendi, sexy, bebas, mengeksploitasi posisi minoritas adalah senjata pemenang yang toleran…

Lalu yang “toleran” menghina yang dianggap “intoleran” secara sadis..itu adalah toleransi.

Tapi yang “intoleran” jangan coba kritik yang “toleran” nanti dilaporkan polisi.

Dan polisi sekarang bersama yang “toleran” apapun akan dibela…

.

Ikon “toleran” tak akan masuk penjara..akun mereka aman bicara apa saja…

Akun “intoleran” gampang sekali dipenjara dan ditahan atau jadi musuh negara….

Orang baju putih, berjalan kaki mengamankan taman kota..berzikir dan bertakbir. Polisi Waspada intoleransi…

Preman bersenjata membacok dan menghancurkan jalan raya. Mitra toleransi penjaga Pancasila…

,

Seorang penumpang Garuda gagal menginjak kaki diancam pakai pisau belati…tetap toleransi.

Kita semua sebagai bangsa diseret dalam perang ini…ini perang siapa?

Kalian tahu seberapa besar negeri ini? Para sultan dan pangeran, para Tengku kerajaan. Ada di mana?

Aktivisme ini sudah bersekutu sempurna…kapitalisme, uang, politik, hukum, media…

.

Waspadalah bangsaku, Ini bukan perang kita… Ini adu domba…

Sadarkan yang sedang salah arah.. Terutama pejabat negara.. Dan penegak hukum..

Kembalilah kepada yang adil… Dalam ukuran kita orang Indonesia.. Yang sederhana…

Bahwa kita adalah saudara… Tidak ada maksud jahat… Kita hanya perlu bicara.. Sebagai saudara..

.

Berlapang dadalah… Indonesiaku… Jangan pecah..

#####

https://twitter.com/Fahrihamzah

.

2017-01-17_224145

twitter.com/Fahrihamzah/status/821038016189923331

.

 

Iklan